PDF -Untitled - BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA




Wait Loading...


PDF :1 PDF :2 PDF :3 PDF :4 PDF :5 PDF :6 PDF :7 PDF :8


Like and share and download

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Untitled

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1881, 2015 KEMENKEU. Pembiayaan. Proyek/kegiatan. Surat Berharga. Syariah Negara. Penerbitan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220 /PMK.08/2015

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.1881, 2015 KEMENKEU. Pembiayaan. Proyek/kegiatan. Surat Berharga. Syariah Negara. Penerbitan. Pencabutan. PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220 /PMK.08/2015 PDF berita negara republik indonesia Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id arsip bn 2018 bn217 2018 pdf PDF berita negara republik indonesia Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id arsip bn 2018 bn1392 2018 pdf PDF berita negara republik indonesia Bphn

Related PDF

berita negara republik indonesia - Ditjen PP

[PDF] berita negara republik indonesia Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id arsip bn 2018 bn217 2018 pdf
PDF

berita negara republik indonesia - Ditjen PP

[PDF] berita negara republik indonesia Ditjen PPditjenpp kemenkumham go id arsip bn 2018 bn1392 2018 pdf
PDF

berita negara republik indonesia - Bphn

[PDF] berita negara republik indonesia Bphn bphn go id data documents 15pmkumham016 pdf
PDF

berita negara republik indonesia - Badan Pembinaan Hukum Nasional

[PDF] berita negara republik indonesia Badan Pembinaan Hukum Nasional bphn go id data documents 16pmdag009 pdf
PDF

berita negara republik indonesia - Direktorat Jenderal Kelembagaan

[PDF] berita negara republik indonesia Direktorat Jenderal Kelembagaan kelembagaan ristekdikti go id wp content bn1206 2012 pdf
PDF

berita negara republik indonesia - persi

[PDF] berita negara republik indonesia persi persi or id images regulasi permenkes pmk92015 pdf
PDF

berita negara republik indonesia - persi

[PDF] berita negara republik indonesia persi persi or id images regulasi permenkes pmk212016 pdf
PDF

Untitled

[PDF] Untitledstaging ini id uploads images image 750x 5becc4d1ed4f9 pdf
PDF

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam upaya meningkatkan kualitas perekonomian masyarakat, dana sangat penting untuk memenuhi segala kebutuhan hidup serta menggerakkan roda perekonomian.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan dasar menjadi tugas dan tangung jawab Berdasarkan latar belakang di atas identifikasi masalah dalam penelitian ini BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Peningkatan mutu pendidikan, khususnya pada dan kemampuan megembangkan inovasi dalam meningkatkan mutu upaya

  1. BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang Upaya peningkatan
  2. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Peningkatan mutu
  3. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Upaya untuk
  4. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya meningkatkan
  5. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Upaya
  6. 1 I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Upaya meningkatkan
  7. 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Upaya
  8. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dalam upaya
  9. BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
  10. 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dalam

ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKANN

Lampiran Surat No : 2679/E52/PL/2013 Tanggal : 28 Agustus 2013

TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GALUH ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKANN Namaa NPM Kelas Dosen : Pipin Piniman : 82321314086

celotehduajari files wordpress 2013 11 print 12 18 2013 1 oleh pipin piniman ontologi, epistemologi dan axiologi pembiayaan pendidikan mata kuliah filsafat pendidikan pasca sarjana universitas galuh celotehduajari files wordpress 2013 11 researchgate profile Norizan Hassan Kelestarian Alam Sekitar dan Pembiayaan

Psikologi Bermain Anak Usia Dini. PrenadaMedia Group

DAFTAR PUSTAKA Dimyati John 2013 Metodelogi Penelitian

Psikologi Bermain Anak Usia Dini Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang HAK CIPTA, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1987 jo. Undang-Undang N0. 12 Tahun 1997,

Perkembangan Anak Usia Dini Jakarta Kencana Prenada Media Group Dini Yogyakarta Tiara Wacana Mutiah, Diana 2010 Psikologi Bermain Anak Usia  MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK MELALUI MEDIA Jakarta Kencana Prenada Media Group

  1. efektifitas penggunaan metode bermain di paud
  2. Perkembangan Anak
  3. Perkembangan Anak Usia Dini
  4. pengaruh bermain pura-pura terhadap kreativitas anak prasekolah
  5. Psikologi Perkembangan
  6. BAB II LANDASAN TEORI A. Teori Pembelajaran Anak
  7. MENGOPTIMALKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK MELALUI
  8. Pendidikan Anak-Anak
  9. MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA
  10. JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor),

http://jabarbpsgoid - Satu Data Pembangunan Jawa Barat

Babi Aceh 0.20 0.20 0.10 0.10 - - - - 0.30 0.30 0.30 3.30 4.19 4.07 4.14 Sumatera Utara 787.20 807.40 828.00 849.20 871.00 809.70 822.80 758.50 733.90 734.00 660.70 749.40 866.21 978.72 989.12 Sumatera

PDF bps go id the United Nations unstats un Indonesia 20Environment 20Statistics 20of 20Indonesia 202015 pdf PDF STATISTIK INDONESIA 2015 Statistical Yearbook of Indonesia 2015istmat info files uploads statistical yearbook of

  1. populasi ternak di indonesia
  2. konsumsi daging ayam di indonesia 2017 pdf
  3. data konsumsi daging sapi di indonesia 2017
  4. statistik peternakan 2017 pdf
  5. statistik peternakan dan kesehatan hewan 2018
  6. kebutuhan daging sapi nasional 2018 pdf
  7. statistik peternakan 2018 pdf
  8. konsumsi daging ayam di indonesia 2018

BAB II GAMBARAN UMUM UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA 2.1 Sejarah singkat UPT. Perpustakaan Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta merupakan salah satu unit pendukung utama proses

PDF II 1 BAB II GAMBARAN UMUM II 1 Perpustakaan Perguruan Tinggi repository unair ac id 29733 3 12 BAB 20II pdf PDF BAB II GAMBARAN UMUM UPT PERPUSTAKAAN INSTITUT SENI abstrak ta uns ac id wisuda upload D1813029 bab2 pdf PDF BAB II

LAMPIRAN I PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 52 TAHUN 2017 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

PDF bagan susunan organisasi ulp landasan yuridis tujuan setda kulonprogokab go id ulp upload LEAFLET ULP pdf PDF pembentukan organisasi dan data kerja kantor layanan pengadaan jdih mubakab NOMOR 205 PEMBENTUKAN 20ORGANISASI 20DAN 20DATA 20KERJ PDF bupati i(atii{gai JDIH

ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM PEMBUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Bahwa salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah

Dengan dilandasi Jiwa Perwira, Setia, Progresif, Ramah Tamah, Jiwa Seimbang dan Patriot, maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga  Anggaran Rumah Tangga Bab VI SUSUNAN ORGANISASI Pasal9 1 a Dewan Pimpinan Ranting ialah kesaluan anggota dan tingkat kepemlmpinan di  Alasan itulah

  1. ANGGARAN DASAR dan ANGGARAN RUMAH TANGGA
  2. anggaran dasar
  3. ad
  4. Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga
  5. DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA
  6. ANGGARAN DASAR ASOSIASI ANALIS KEBIJAKAN INDONESIA
  7. Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Perhimpunan
  8. anggaran rumah tangga perkumpulan ahli manajemen jaminan dan
  9. anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai keadilan
  10. STRUKTURASI ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH

BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 31 TAHUN 2017 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN GUBERNUR KEPADA KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN

PDF BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA JDIH Prov NTB jdih ntbprov go id BD Pergub 20 20Nomor 204 20Tahun 202017 pdf PDF BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA JDIH Prov NTB

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) dari tahun ke tahun, senantiasa memberikan tugas kepada Direktorat Jendral Pajak untuk menaikkan penerimaan pajak

PDF 1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Penggunaan eprints ums ac id 16592 3 BAB I pdf PDF 1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Pendidikan eprints ums ac id 30009 2 04 BAB I pdf PDF 1

Home back500 501502503504505 Next

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No

Pembiayaan

Proyek/kegiatan

Surat Berharga

Syariah Negara

Penerbitan

Pencabutan

PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 220 /PMK

bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat (1) huruf a Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2011 tentang Pembiayaan Proyek Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan nomor 113/PMK

bahwa dalam rangka optimalisasi pelaksanaan pembiayaan proyek/kegiatan melalui penerbitan Surat Berharga Syariah Negara, perlu mengatur kembali tata cara pembiayaan proyek melalui penerbitan Surat Berharga Syariah Negara sebagaimana dimaksud dalam huruf a, khususnya berkenaan dengan persiapan pembiayaan proyek/kegiatan sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing instansi dan unit terkait di Kementerian Keuangan

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan

  • 2015, No Peraturan Menteri Keuangan tentang Tata Cara Pembiayaan Proyek/Kegiatan Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara
  • Mengingat : 1

    Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Surat Berharga Syariah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 70, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4852)

    Peraturan Pemerintah Nomor 90 Tahun 2010 tentang Penyusunan Rencana Kerja Dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 152, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5178)

    Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2011 tentang Pembiayaan Proyek Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 137, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5265)

    Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK

    (Berita Negara Republik Indonesia Nomor1892 Tahun 2014) MEMUTUSKAN: Menetapkan : PERATURAN MENTERI KEUANGAN TENTANG TATA CARA PEMBIAYAAN PROYEK/KEGIATAN MELALUI PENERBITAN SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA

    BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan: 1

    Menteri adalah Menteri Keuangan Republik Indonesia

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional yang

  • 1881 selanjutnya disebut Menteri Perencanaan adalah menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan nasional
  • Kementerian adalah perangkat pemerintah yang membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan

    Lembaga adalah organisasi non Kementerian dan instansi lain pengguna anggaran yang dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu berdasarkan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan/atau peraturan perundang-undangan lainnya

    Surat Berharga Syariah Negara yang selanjutnya disingkat SBSN atau dapat disebut Sukuk Negara adalah surat berharga negara yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah, sebagai bukti atas bagian penyertaan terhadap aset SBSN, baik dalam mata uang rupiah maupun valuta asing

    Proyek adalah kegiatan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang merupakan bagian dari program yang dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga yang pembiayaannya bersumber dari penerbitan SBSN dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

    Pemrakarsa Proyek adalah Kementerian/Lembaga yang menyampaikan usulan Proyek

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang selanjutnya disingkat APBN adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan negara yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat

    Batas Maksimal Penerbitan adalah nilai maksimal nominal penerbitan SBSN yang digunakan untuk pembiayaan Proyek yang penetapannya dilakukan oleh Menteri

    Daftar Prioritas Proyek adalah daftar Proyek yang berdasarkan penilaian Kementerian Perencanaan dinyatakan siap dan layak untuk diusulkan pembiayaannya melalui SBSN pada tahun anggaran tertentu kepada Menteri

    Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yang selanjutnya disingkat DJPPR adalah unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan yang membidangi pengelolaan pembiayaan dan risiko

    Rapat Koordinasi adalah rapat yang dilaksanakan antara DJPPR c

    unit eselon II pada DJPPR yang menangani pengelolaan SBSN dan unit terkait lainnya di Kementerian Keuangan dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Pemrakarsa Proyek

    Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko yang selanjutnya disebut Direktur Jenderal adalah pimpinan unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan yang membidangi pengelolaan pembiayaan dan risiko

    BAB II PERSIAPAN PEMBIAYAAN PROYEK MELALUI PENERBITAN SBSN Pasal 2 (1) Dalam rangka pembiayaan Proyek, DJPPR c

    unit eselon II pada DJPPR yang menangani strategi dan portofolio pembiayaan menyusun Batas Maksimal Penerbitan

    (2) Direktur Jenderal mengajukan Batas Maksimal Penerbitan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Menteri untuk ditetapkan

    (3) Menteri menyampaikan Batas Maksimal Penerbitan yang telah ditetapkan kepada Menteri Perencanaan

    unit eselon II pada DJPPR yang menangani pengelolaan SBSN melaksanakan Rapat Koordinasi

    (2) Direktur Jenderal menyampaikan hasil Rapat Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Direktur Jenderal Anggaran sebagai bahan penyusunan pagu indikatif RAPBN

    (3) Pagu indikatif RAPBN sebagaimana dimaksud pada ayat (2) digunakan sebagai salah satu bahan untuk menyusun pagu anggaran RAPBN untuk pembiayaan Proyek

    Pasal 4 (1) Dalam rangka penyusunan bahan pagu anggaran RAPBN untuk pembiayaan Proyek, DJPPR c

    unit eselon II pada DJPPR yang menangani pengelolaan SBSN dan unit terkait lain melaksanakan Rapat Koordinasi

    (2) Penyusunan bahan pagu anggaran RAPBN sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan mempertimbangkan antara lain: a

    Daftar Prioritas Proyek yang disampaikan oleh Menteri Perencanaan

    Kondisi Proyek dalam Daftar Prioritas Proyek sebagaimana dimaksud dalam huruf a, siap untuk dilaksanakan

    (3) Direktur Jenderal menyampaikan hasil Rapat Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Direktur Jenderal Anggaran sebagai bahan penyusunan pagu anggaran RAPBN

    • 2015, No Bagian Kedua Pengalokasian Proyek Dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Pasal 5 (1) Setelah APBN ditetapkan, Pemrakarsa Proyek wajib menyampaikan Surat Pernyataan Kesiapan Pelaksanaan Proyek yang telah ditandatangani oleh pejabat eselon I yang bertanggung jawab terkait pelaksanaan Proyek, dengan format sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini

    (2) Surat Pernyataan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilampirkan dengan Rencana Penarikan Dana yang akan dilakukan oleh Pemrakarsa Proyek

    Pasal 6 (1) DJPPR c

    unit eselon II pada DJPPR yang menangani administrasi pembiayaan memberikan nomor register pembiayaan Proyek berdasarkan Daftar Prioritas Proyek

    (2) Direktur Jenderal menyampaikan nomor register sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada Direktur Jenderal Anggaran untuk proses penerbitan dokumen pelaksanaan anggaran

    Pasal 7 Tata cara pengalokasian pagu anggaran Proyek dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan

    BAB IV PELAKSANAAN PROYEK MELALUI PENERBITAN SBSN Pasal 8 Prosedur pengusulan jenis kontrak dalam rangka pelaksanaan Proyek melalui penerbitan SBSN mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan

    • 1881 Pasal 9 Pemrakarsa Proyek melaksanakan Proyek berdasarkan peraturan perundang-undangan di bidang pelaksanaan APBN

    BAB V KETENTUAN PERALIHAN Pasal 10 Dokumen penetapan pembiayaan Proyek yang memuat kesepahaman antara Kementerian Keuangan dan Pemrakarsa Proyek yang ditetapkan sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini, dinyatakan tetap berlaku sampai dengan pembiayaan Proyek berdasarkan kesepahaman dimaksud selesai dilaksanakan

    BAB VI KETENTUAN PENUTUP Pasal 11 Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 113/PMK

    • 08/2013 tentang Tata Cara Pembiayaan Proyek/Kegiatan Melalui Penerbitan Surat Berharga Syariah Negara dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

    Pasal 12 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan

    Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 7 Desember 2015 MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA, ttd

    BAMBANG P

    BRODJONEGORO Diundangkan di Jakarta pada tanggal 16 Desember 2015 DIREKTUR JENDERAL PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, ttd

    WIDODO EKATJAHYANA,