PDF- -Lampiran Surat No : 2679/E52/PL/2013 Tanggal : 28 Agustus 2013 - ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKANN
TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GALUH ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKANN Namaa NPM Kelas Dosen : Pipin Piniman : 82321314086

TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS GALUH ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKANN Namaa NPM Kelas Dosen : Pipin Piniman : : 14 C : Prof

Djam an Satori, MA

UNIVERSITAS GALUH PROGRAM PASCA SARJANA Jl

RE Martadinata No

  • 150 Telp
  • (0265) Ciamis 46251

    ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN A

    Pembiayaan Pendidikan Biaya pendidikan adalah biaya yang mencakup semua jenis pengeluaran yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan (M

    Asrori Ardiansyah: 2008)

    Sedangkan menurut Dedi Supriadi (2004: 3) Biaya (cost) dalam pengertian ini memiliki cakupan luas, yakni semua jenis pengeluaran yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan, baik dalam bentuk uang maupun barang dan tenaga (yang dapat dihargakan dengan uang)

    Sedangkan Pembiayaan Pendidikan Menurut Lipham adalah beberapa kegiatan manajemen keuangan yaitu memperoleh dan menetapkan sumber-sumber pendanaan, pemanfaatan dana, pelaporan, pemeriksaan dan pertanggungjawaban (Lipham, 1985

    Keith, 1991) Jadi, pembiayaan pendidikan merupakan kegiatan manajemen biaya baik dalam bentuk uang, barang maupun tenaga yang dilakukan melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, pengawasan atau pengendalian yang berkenaan dengan penyelenggaraan pendidikan

    Standar pembiayaan pendidikan adalah biaya minimum yang diperlukan sebuah satuan pendidikan agar dapat melaksanakan kegiatan pendidikan selama satu tahun

    Biaya disini meliputi biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal

    Standar pembiayaan diatur dalam Permendiknas no 41 tahun Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi, dan biaya personal

    Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana, pengembangan sumber daya manusia, dan modal kerja tetap

    Biaya personal meliputi biaya pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan

    Sedangkan biaya operasi satuan pendidikan meliputi gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji, bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, biaya operasi pendidikan tak langsung berupa

    daya, air, jasa telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya Dalam teori maupun praktik pembiayaan pendidikan, dikenal beberapa kategori biaya pendidikan

    Pertama biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost) (Dedi Supriadi, 2004: 4)

    Biaya langsung adalah segala bentuk pengeluaran yang secara langsung menunjang dalam penyelenggaraan pendidikan, terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan belajar mengajar siswa, berupa pembelian alat-alat pelajaran, sarana belajar, biaya transportasi, gaji guru, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, orang tua, maupun siswa sendiri

    Sedangkan biaya tidak langsung adalah pengeluaran yang secara tidak langsung menunjang proses pendidikan akan tetapi memungkinkan proses pendidikan tersebut terjadi di Sekolah

    Atau bisa berupa keuntungan yang hilang (earning forgone) dalam bentuk biaya kesempatan yang hilang (opportunity cost) yang dikorbankan oleh siswa selama belajar

    Kategori yang kedua menurut Dedi Supriadi (2004: 4) adalah biaya pribadi (private cost) dan biaya sosial (social cost)

    Biaya pribadi adalah pengeluaran keluarga untuk pendidikan atau dikenal juga pengeluaran rumah tangga (household expenditure)

    Biaya sosial adalah biaya yang dikeluarkan oleh masyarakat untuk pendidikan, baik melalui sekolah maupun melalui pajak yang dihimpun oleh pemerintah yang kemudian digunakan untuk membiayai pendidikan

    Dalam pengelolaan biaya pendidikan ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu penyusunan anggaran (budgeting), pembukuan (accounting), pemeriksaan (acounting)

    Anggaran atau budget sebagai rencana operasional yang dinyatakan secara kuantitatif dalam bentuk satuan uang yang digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan lembaga dalam kurun waktu tertentu

    Dengan demikian penyusunan anggaran dapat diartikan sebagai perundingan atau kesepakatan dalam menentukan besarnya alokasi biaya dalam suatu lembaga

    Anggaran sendiri terdiri dari dua sisi, penerimaan dan pengeluaran

    Sisi penerimaan berisi besarnya dana yang diterima dari setiap sumber dana, sedangkan sisi pengeluaran berisi alokasi besarnya biaya pendidikan yang harus dibiayai

    Ontologi, Epistemologi dan Axiologi dalam Pembiayaan Pendidikan 1

    Ontologi dalam Pembiayaan Pendidikan Ontologi adalah bagian dari filsafat yang membahas hakekat ilmu pengetahuan/menemukan fakta empirik, yaitu fakta atau permasalah yang akan dicari/dipelajari, menganalisisa objek materi dari ilmu pengetahuan, yaitu hal-hal atau benda-benda empiris

    Ontologis membahas tentang apa yang ingin kita ketahui, seberapa jauh kita ingin tahu, berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan Objek apa yang ditelaah pengetahuan

    ? Bagaimana hubungan antara obyek tadi dengan daya tangkap manusia (seperti berpikir, merasa, dan mengindera) yang membuahkan pengetahuan

    ? Dapatkah objek tersebut diketahui oleh manusia, dan bagaimana caranya

    ? Dalam kajian Pembiayaan Pendidikan, Ketika muncul pertanyaan apa pengertian Pendidikan, maka muncul jawaban bahwa pendidikan ialah kegiatan sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa (sesuai dengan yang diamanatkan UUD 1945) yang prosesnya membutuhkan biaya

    Pembiayaan Pendidikan memiliki karakteristik yaitu: 1

    Bahwa biaya merupakan pengorbanan ekonomis untuk tujuan pendidikan 2

    Bahwa pengeluaran itu tidak dapat dihindarkan 3

    Bahwa pengeluaran itu dapat diduga sebelumnya 4

    Bahwa pengeluaran itu secara kuantitatif dapat dihitung (dalam satuan uang) 5

    Bahwa pengeluaran berpengaruh pada hasil, berapapun besarnya biaya yang digunakan akan berpengaruh terhadap jumlah dan mutu hasil pendidikan 6

    Bahwa dalam proses penggunaan biaya dimungkinkan terjadinya penyimpangan yang tidak sesuai dengan perencanaan dan dapat merugikan tujuan pendidikan Dari karakteristik di atas jelas bahwa pembiayaan pendidikan timbul karena adanya proses pendidikan yang pada pengelolaannya perlu memperhatikan penyusunan anggaran, Pelaksanaan, pembukuan, Pengawasan dan evaluasi serta pelaporan

    Perhitungan pembiayaan pendidikan berdasar pendekatan kecukupan ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu: 1

    Kebijaksanaan pemerintah di bidang keuangan 2

    Besar kecilnya sebuah institusi pendidikan

    Jumlah siswa 4

    Tingkat gaji guru (karena bidang pendidikan dianggap sebagai highly labour intensive) 5

    Rasio siswa dibandingkan jumlah guru 6

    Kualifikasi guru 7

    Tingkat pertumbuhan populasi penduduk (khususnya di negara berkembang) 8

    Perubahan dari pendapatan masyarakat 2

    Epistemologi dalam Pembiayaan Pendidikan Epistemologi dalam pebiayaan pendidikan berusaha menjawab bagaimana proses yang memungkinkan untuk mendapatkan pembiayaan pendidikan dengan cara yang benar, hal-hal apa yang harus di perhatikan, cara atau teknik atau sarana apa yang membantu kita dalam mendapatkannya Persoalan penting dalam penyusunan anggaran adalah bagaimana memanfaatkan dana secara efisien, mengalokasikan secara tepat, sesuai dengan skala prioritas

    Untuk itu, dalam prosedur penyusunan anggaran memerlukan tahapan-tahapan yang sistematik, yaitu: a

    Mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan selama periode anggaran

    Mengidentifikasi sumber-sumber yang dinyatakan dalam uang, jasa, dan barang

    Semua sumber dinyatakan dalam bentuk uang, sebab pada dasarnya anggaran merupakan pernyataan finansial

    Memformulasikan anggaran dalam bentuk format yang telah disetujui dan dipergunakan oleh instansi tertentu

    Menyusun usulan anggaran untuk memperoleh persetujuan dari pihak yang berwenang

    Melakukan revisi usulan anggaran

    Persetujuan revisi usulan anggaran

    Pengesahan anggaran

    Keuangan dan pembiayaan merupakan salah satu sumber daya yang secara langsung menunjang efektivitas dan efisiensi pengelolaan pendidikan

    Pengelolaan keuangan Sekolah mutlak harus ditangani sendiri oleh Sekolah yang bersangkutan mengingat Sekolah yang paling memahami kebutuhannya

    Sekolah memiliki kewenangan untuk mengelola keuangan Sekolah, termasuk didalamnya mengalokasikan dan melakukan kegiatan dalam rangkamembiayai kegiatan Sekolah (Suharno, 2008: 54)

    Manajemen atau pengelolaan keuangan dalam Manajemen Berbasis Sekolah dibagi menjadi tiga fase, yaitu financial planning, implementation, dan evaluation

    Kegiatan perencanaan finansial yang disebut budgeting, merupakan kegiatan mengkoordinasi semua sumber daya yang tersedia untuk mencapai sasaran yang diinginkan secara sistematis tanpa menyebabkan efek samping yang merugikan

    Implementation involves accounting (pelaksanaan anggaran) ialah kegiatan berdasarkan rencana yang telah dibuat dan kemungkinan terjadi penyesuaian jika diperlukan

    Evaluation involves merupakan proses evaluasi terhadap pencapaian sasaran

    Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Menurut Peraturan Mendiknas nomor 69 Tahun 2009, standar biaya operasi nonpersonalia adalah standar biaya yang diperlukan untuk membiayai kegiatan operasi nonpersonalia selama 1 (satu) tahun sebagai bagian dari keseluruhan dana pendidikan agar satuan pendidikan dapat melakukan kegiatan pendidikan secara teratur dan berkelanjutan sesuai Standar Nasional Pendidikan

    Dalam Permendiknas no 37 tahun 2010 tentang petunjuk teknis BOS tahun 2011 disebutkan bahwa BOS (Bantuan Operasional Sekolah) adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan pendanaan biaya operasi nonpersonalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar

    Axiologi dalam Pembiayaan Pendidikan Aksiologi membahas tentang manfaat yang diperoleh manusia dari pengetahuan yang didapatkannya

    Aksiologi ilmu terdiri dari nilai-nilai yang bersifat normatif dalam pemberian makna terhadap kebenaran atau kenyataan seperti yang dijumpai dalam kehidupan, yang menjelajahi berbagai kawasan, seperti kawasan sosial, kawasan simbolik ataupun fisik material (Koento, 2003: 13)

    Teori mengatakan bahwa proses pendidikan membutuhkan biaya

    Dalam hal ini pembiayaan pendidikan dalam penggunaannya harus diatur sedemikian rupa agar seluruh proses mulai dari perencanaan, penggunaan, pengawasan dan pelaporan

    pembiayaan pendidikan sesuai dengan tujuan adanya pembiayaan pendidikan, yaitu berjalannya proses pendidikan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa

    Dari bagan prosedur pembiayaan pendidikan di bawah ini (contoh dalam hal ini BOS) dapat dilihat bahwa axiologi dari pembiayaan pendidikan adalah terwujudunya pendidikan khususnya program wajib belajar pendidikan dasar Sembilan tahun

    Sumber: 1

    Psikologi Bermain Anak Usia Dini Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang HAK CIPTA, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1987 jo. Undang-Undang N0. 12 Tahun 1997,

    Perkembangan Anak Usia Dini Jakarta Kencana Prenada Media Group Dini Yogyakarta Tiara Wacana Mutiah, Diana 2010 Psikologi Bermain Anak Usia  MENINGKATKAN KOSAKATA BAHASA INGGRIS ANAK MELALUI MEDIA Jakarta Kencana Prenada Media Group

    Populasi Ternak Menurut Provinsi dan Jenis Ternak (Ribu Ekor),

    http://jabarbpsgoid - Satu Data Pembangunan Jawa Barat

    Babi Aceh 0.20 0.20 0.10 0.10 - - - - 0.30 0.30 0.30 3.30 4.19 4.07 4.14 Sumatera Utara 787.20 807.40 828.00 849.20 871.00 809.70 822.80 758.50 733.90 734.00 660.70 749.40 866.21 978.72 989.12 Sumatera

    PDF bps go id the United Nations unstats un Indonesia 20Environment 20Statistics 20of 20Indonesia 202015 pdf PDF STATISTIK INDONESIA 2015 Statistical Yearbook of Indonesia 2015istmat info files uploads statistical yearbook of

    BAB II GAMBARAN UMUM UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA

    perpustakaanunsacid digilibunsacid - Core

    BAB II GAMBARAN UMUM UPT PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA 2.1 Sejarah singkat UPT. Perpustakaan Universitas Islam Batik (UNIBA) Surakarta merupakan salah satu unit pendukung utama proses

    PDF II 1 BAB II GAMBARAN UMUM II 1 Perpustakaan Perguruan Tinggi repository unair ac id 29733 3 12 BAB 20II pdf PDF BAB II GAMBARAN UMUM UPT PERPUSTAKAAN INSTITUT SENI abstrak ta uns ac id wisuda upload D1813029 bab2 pdf PDF BAB II

    BAGAN STRUKTUR ORGANISASI UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    Kajian Kematangan ULP - LKPP

    LAMPIRAN I PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 52 TAHUN 2017 TENTANG UNIT LAYANAN PENGADAAN BARANG/JASA PEMERINTAH DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT BAGAN STRUKTUR ORGANISASI

    PDF bagan susunan organisasi ulp landasan yuridis tujuan setda kulonprogokab go id ulp upload LEAFLET ULP pdf PDF pembentukan organisasi dan data kerja kantor layanan pengadaan jdih mubakab NOMOR 205 PEMBENTUKAN 20ORGANISASI 20DAN 20DATA 20KERJ PDF bupati i(atii{gai JDIH

    ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS GADJAH MADA PEMBUKAAN

    anggaran dasar anggaran rumah tangga - Rapi

    ANGGARAN DASAR (AD) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (ART) KELUARGA MAHASISWA MAGISTER ILMU HUKUM PEMBUKAAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA Bahwa salah satu upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat adalah

    Dengan dilandasi Jiwa Perwira, Setia, Progresif, Ramah Tamah, Jiwa Seimbang dan Patriot, maka disusunlah Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga  Anggaran Rumah Tangga Bab VI SUSUNAN ORGANISASI Pasal9 1 a Dewan Pimpinan Ranting ialah kesaluan anggota dan tingkat kepemlmpinan di  Alasan itulah

    BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT

    Untitled - KPU Provinsi NTB

    BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 31 TAHUN 2017 PERATURAN GUBERNUR NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 31 TAHUN 2017 TENTANG PELIMPAHAN KEWENANGAN GUBERNUR KEPADA KEPALA DINAS PENANAMAN MODAL DAN

    PDF BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA JDIH Prov NTB jdih ntbprov go id BD Pergub 20 20Nomor 204 20Tahun 202017 pdf PDF BERITA DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA JDIH Prov NTB

    BAB I PENDAHULUAN. rasional, karena pada kenyataannya ratio antara jumlah wajib pajak dengan

    BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Pendidikan tentang

    BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) dari tahun ke tahun, senantiasa memberikan tugas kepada Direktorat Jendral Pajak untuk menaikkan penerimaan pajak

    PDF 1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Penggunaan eprints ums ac id 16592 3 BAB I pdf PDF 1 BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Pendidikan eprints ums ac id 30009 2 04 BAB I pdf PDF 1

    PEMERINTAH KOTA BIMA INSPEKTORAT STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) PEMERIKSAAN KHUSUS

    Standar Biaya Khusus Bogor Tahun 2019 i LAMPIRAN

    LAMPIRAN KEPUTUSAN INSPEKTUR KOTA BIMA NOMOR 3a TAHUN 2016 TENTANG : PERUBAHAN STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR NOMOR 22 TAHUN 2016 TENTANG PERUBAHAN ATAS SURAT KEPUTUSAN KEPALA INSPEKTORAT KOTA BIMA NOMOR

    PERUBAHAN STÁNDAR OPERASIONAL PROSEDUR NOMOR 22 I N S P E K T O R A T Pengawasan Atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah PEMERINTAH KOTA BIMA I N S P E K T O R A T Tanggal Pembuatan Tanggal Revisi Tanggal

    BAB I PENDAHULUAN. dituntut dapat disajikan secara transparan dan akuntabel. Oleh karena itu,

    BAB I PENDAHULUAN 11 Latar Belakang Seorang - Eprints UMM

    BAB I PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Lembaga pemerintah memiliki kewajiban untuk menyusun laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dari penggunaan anggaran selama satu periode. Laporan

    BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Guru dituntut mampu berpikir Bahkan, satu topik tertentu dapat disajikan dalam jenis teks yang berbeda BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan salah individu dan kita dituntut

    Home back435436 437438439440 Next

    ONTOLOGI, EPISTEMOLOGI DAN AXIOLOGI

    celotehduajari files wordpress 2013 11 print 12 18 2013 1 oleh pipin piniman ontologi, epistemologi dan axiologi pembiayaan pendidikan mata kuliah filsafat pendidikan pasca sarjana universitas galuh

    https://celotehduajari.files.wordpress.com/2013/11/print-slide-presentasi-pembiayaan-pendidikan.pdf

    TUGAS MATA KULIAH FILSAFAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN PROGRAM

    celotehduajari files wordpress 2013 11

    https://celotehduajari.files.wordpress.com/2013/11/ontologi-epistemologi-dan-axilogi-pembiayaan-pendidikan.pdf

    KELESTARIAN ALAM SEKITAR DAN PEMBIAYAAN TEKNOLOGI HIJAU DARI

    researchgate profile Norizan Hassan Kelestarian Alam Sekitar dan Pembiayaan Teknologi Hijau dari Perspektif Undang undang Syariah sebagai landasan aksiologi 8, epistemologi 9 dan ontologi 10 dalam sains dan teknologi Islam

    https://www.researchgate.net/profile/Norizan_Hassan/publication/305210204_KELESTARIAN_ALAM_SEKITAR_DAN_PEMBIAYAAN_TEKNOLOGI_HIJAU_DARI_PERSPEKTIF_UNDANG-UNDANG_SYARIAH/links/5784e28d08ae37d3af6da7e8.pdf

    as VP- u Umbu Tagela Pengajar Progdi Bimbingan Konseling

    repository uksw edu bitstream 123456789 3225 2 ART Umbu pertolongan, bimbingan, nasihat dan keteladanan (masih pada ara s kiblat berpikir teoritis) Dalam tautan makna seperti sty manusia membutuhkan pendidikan untuk mempertahankan dan mengembangkan diri Dalam pemahaman demikian manusia sadar dan me ra sa, serta berpikir bahwa untuk memanusiakan manusia dibutuhkan pendidikan (berpikir) Manusia

    https://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/3225/2/ART_%20Umbu%20Tagela_%20Dimensi%20Ontologi_Full%20text.pdf

    WAHDAT AL-‘ULUM MENURUT IMAM AL-GHAZALI (W1111 M)

    eprints walisongo ac id 3944 1 Muhayya Wahdat ulum pdf DALAM EPISTEMOLOGI A Pengertian Wahdat al ‘Ulum 39 B Wujud Sebagai Sumber Ilmu 44 C Metode Memperoleh Ilmu 49 D Wahdat al ‘Ulum dalam Epistemologi Imam al Ghazali 51 BAB IV WAHDAT AL ‘ULUM IMAM AL GHAZALI DALAM ONTOLOGI DAN AKSIOLOGI A Wahdat Al ‘Ulum dalam Ontologi 93

    https://eprints.walisongo.ac.id/3944/1/Muhayya-Wahdat_ulum.pdf

    STRUKTUR KURIKULUM TAHUN AKADEMIK 2016-2017 PROGRAM STUDI S-1

    siakad unesa ac id akademik file diskripsi matkul ontologi, epistemologi dan aksiologi, Aliran aliran filsafat pendidikan moderen, Pancasila sebagai filsafat hidup bangsa,Pancasila sebagai filsafat pendidikan nasional, Hubungan pancasila dengan sistem pendidikan ditinjau dari filsafat pendidikan, Filsafat pendidikan pancasila dalam tinjauan ontologi, epistemologi & aksiologi

    https://siakad.unesa.ac.id/akademik/file_diskripsi_matkul/0712016S-1%20MP.pdf

    <