PDF- -BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN - BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1 Hasil Uji Validasi dan Reliabilitas Kuesioner 5.1.1 Uji validasi kuesioner Hasil pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solution)

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5

Jumlah pertanyaan yang valid dan tidak valid tertera pada Tabel 2

Dikatakan valid jika r-hitung > r- tabel 0,3 Tabel 2 Jumlah pertanyaan yang valid dan tidak valid Pertanyaan faktor eksternal Jumlah pertanyaan Valid Tidak Valid 1 Gaji 3-2 Kesempatan Maju Kondisi Kerja Perilaku atasan 6

Berdasarkan hasil uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS nilai uji reliabilitas untuk pertanyaan faktor eksternal seperti gaji, kesempatan maju, kondisi kerja, perilaku atasan, yaitu: 0,829

Sedangkan untuk uji reliabilitas tingkat kepuasan gaji, kesempatan maju, kondisi kerja, perilaku atasan yaitu: 0,816

Hampir seluruh pekerja didominasi oleh laki-laki (91,7%) dan sisanya perempuan

Dilihat dari pendapatannya yang diterima perbulan 33,3% pekerja HPGW menerima gaji Rp 770, ,000/bln tergolong

  • 24 tinggi dari pada pekerja yang lainnya
  • Namun dari hasil secara keseluruhan ada 19 orang dari pekerja HPGW menerima gaji dibawah UMR Kabupaten Sukabumi Rp /bln bisa dilihat di lampiran 3

    Sedangkan untuk kenaikan pangkat pekerja memilih pekerjaan yang ditekuni sekarang (69,4%)

    Hal ini karena pekerja menyadari tidak ada kesempatan maju yang diberikan oleh HPGW, sehingga pekerja tetap menginginkan pekerjaaan yang sekarang

    Tabel 3 Karakteristik responden Karakteristik Kategori Persentase 1

    Posisi Kerja Pekerja staf 50,0 Penyadap 50,0 2

    Jenis Kelamin Laki-laki 91,7 Perempuan 8,3 3

    Pendapatan Rp 250, ,000 (Sangat Rendah) 8,3 Rp 380, ,000 (Rendah) 22,2 Rp 510, ,000 (Sedang) 16,7 Rp 640, ,000 (Tinggi) 19,4 Rp 770, ,000 (Sangat Tinggi) 33,3 4

    Kenaikan pangkat Direktur 0 Kepala Operasional 13,9 Mandor 16,7 Pekerjaan sekarang 69,4 5

    Dimana sangat muda 19-29,8 tahun, dan muda 29,9-40,7 tahun

    Tingkat pendidikan pekerja masih rendah karena hampir separuh tingkat pendidikan responden adalah tamatan SD, tingkat pendidikan tamatan SD lebih banyak didominasi oleh penyadap

    Dengan masa kerja yang sangat baru 0,2-6,1tahun, ini karena adanya pekerja yang keluar masuk dan perekrutan pekerja baru oleh HPGW sehingga angkatan kerja masih sangat baru atau belum lama, dan jumlah tanggungan keluarga responden sangat sedikit (0 1 orang)

  • 25 Tabel 4
  • Faktor internal responden Faktor Kepuasan Internal Kategori Persentase 1 Usia Sangat Muda 33,3 Muda 33,3 Sedang 25 Tua 2,8 Sangat Tua 5,6 2 Pendidikan terakhir Tidak Sekolah 2,8 Tidak Tamat SD 13,9 Tamat SD 47,2 Tamat SMP 11,1 Tamat SMA 25 3 Masa kerja Sangat Baru 77,1 Baru 13,9 Sedang 0 Lama 2,8 Sangat Lama 5,6 4 Jumlah tanggungan keluarga Sangat Sedikit 36,1 Sedikit 33,3 Sedang 16,7 Banyak 8,3 Sangat Banyak 5, Faktror Eksternal Didalam faktor eksternal dibagi menjadi dua bagian pekerja yaitu: pekerja staf dan penyadap hal ini dilakukan untuk mengatahui gambaran mengenai faktor ekternal dari masing-masing pekerja mulai dari gaji, kesempatan maju, kondisi kerja, dan perilaku atasan Gaji Berdasarkan Table 5 pertanyaan hasil kuesioner tentang kecukupan gaji, pekerja staf merasa gaji yang diterima rendah (33,3), ini karena gaji yang diterima belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pribadi, keluarga, pangan, dan nonpangan

    Walaupun HPGW sudah menyediakan makan dan tempat tinggal bagi pekerja staf namun ini belum cukup, karena sebagian pekerja ada yang menerima gaji yang lebih kecil dari UMR Kabupaten sukabumi dan dari pekerja yang lainnya, dan gaji yang diterima tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupannya

    Pekerja staf yang menganggap gaji yang diberikan HPGW tinggi, hal ini karena sebagian pekerja staf ada yang menerima gaji lebih tinggi dari pekerja staf yang lain dan lebih tinggi dari UMR dan merasa gaji yang diterima sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kehidupannya

  • 26 Tabel 5
  • Gaji yang diterima pekerja staf Kecukupan gaji untuk kebutuhan pribadi, keluarga, pangan, dan non- pangan 1 Sangat rendah 3 16,7 2 Rendah 6 33,3 3 Sedang 2 11,1 4 Tinggi 4 22,2 5 Sangat tinggi 3 16, Berdasarkan Tabel 6 penyadap merasa gaji yang diterima sedang (44,4%) artinya cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya

    Namun ada penyadap yang masih merasa gaji yang diterima sangat rendah (27,8)

    Hal ini karena gaji yang diterima kurang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga banyak penyadap yang melakukan pekerjaan tambahan seperti berdagang, berjualan dan bertani agar kebutuhan hidup mereka terpenuhi

    Tabel 6

    Gaji yang diterima penyadap Kecukupan gaji untuk kebutuhan pribadi, keluarga, pangan, dan non- pangan 1 Sangat rendah 5 27,8 2 Rendah 3 16,7 3 Sedang 8 44,4 4 Tinggi 1 5,6 5 Sangat tinggi 1 5, Kesempatan maju Berdasarkan Tabel 7 kesempatan maju yang diberikan oleh pihak HPGW kepada pekerja staf sangat rendah (61,1%) dan penyadap HPGW tidak memiliki kesempatan maju

    Hal ini karena tidak adanya penilaian terhadap faktor kesempatan maju seperti: pengalaman, tingkat pendidikan, loyalitas, kejujuran, tanggung jawab, prestasi kerja yang dimiliki pekerja staf dan penyadap

    Oleh karena itu untuk kedepannya faktor kesempatan maju harus menjadi perhatian penting oleh pihak HPGW agar para pekerja staf dan penyadap mendapat pengharapan dalam bekerja dan pekerja pun akan lebih bersemangat dalam bekerja

  • 27 Tabel 7
  • Kesempatan maju pekerja staf Kesempatan maju 1 Sangat rendah 11 61,1 2 Rendah Sedang Tinggi 5 27,8 5 Sangat tinggi 2 11, Kondisi kerja Berdasarkan Tabel 8 kondisi kerja yang diberikan kepada pekerja staf tergolong tinggi (83,3%)

    Hal ini karena pekerja staf merasa sangat terbantu dengan fasilitas yang diberikan oleh pihak HPGW, dengan kondisi alam yang indah, nyaman, udara yang bersih tanpa polusi

    Namun untuk jaminan kesehatan belum bisa dirasakan oleh pekerja staf

    Tabel 8 Kondisi kerja pekerja staf Kondisi kerja 1 Sangat rendah 3 16,7 2 Rendah Sedang Tinggi 15 83,3 5 Sangat tinggi Tabel 9 menunjukan kondisi kerja yang diberikan kepada penyadap tinggi (44,4)

    Hal ini karena penyadap merasakan kondisi kerja yang sangat nyaman, dengan kondisi alam HPGW dimana udaranya bersih tanpa polusi, air melimpah dan mendapatkan peralatan untuk menyadap sebagai fasilitas kerja

    Namun ada beberapa penyadap yang menyatakan kondisi kerja yang diterima sangat rendah (22,2%) ini karena tidak ada jaminan kesehatan kerja

    Tabel 9 Kondisi kerja penyadap Kondisi kerja 1 Sangat rendah 4 22,2 2 Rendah Sedang 6 33,3 4 Tinggi Sangat tinggi

    Perilaku atasan Perilaku atasan didalam pekerjaan ada yang berbentuk interaksi dan kedekatan atasan terhadap bawahan

    Interaksi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas 2007) adalah saling melakukan aksi, sedangkan kedekatan adalah adanya hubungan

    Berdasarkan hasil yang diperoleh interaksi atasan HPGW yang dirasakan oleh pekerja staf tergolong sedang

    Hal ini karena tempat kerja yang memungkinkan bertemu sehingga hubungan interaksinya bisa selalu terjaga

    Tabel 10

    Interaksi perilaku atasan terhadap pekerja staf Interaksi 1 Sangat jarang 2 11,1 2 Jarang 1 5,6 3 Sedang 7 38,9 4 Sering 3 16,7 5 Sangat sering 5 27, Interaksi atasan HPGW yang dirasakan oleh penyadap adalah jarang

    Hal ini karena atasan jarang menanyakan perkembangan penyadap, jarang berinteraksi, dan atasan yang jarang berkomunikasi dengan penyadap, karena pertemuan antara keduannya sangat jarang sehingga interaksinya kurang terbangun

    Oleh karena itu atasan harus mulai membangun interaksi dengan penyadap dengan melakukan pertemuan secara rutin minimal dua atau tiga bulan sekali supaya atasan tau apa yang diinginkan dari penyadap yaitu perhatian dari atasan dan ingin dianggap sebagai bagian dari HPGW

    Tabel 11

    Interaksi perilaku atasan terhadap penyadap Interaksi 1 Sangat jarang 3 16,7 2 Jarang 6 33,3 3 Sedang 4 22,2 4 Sering 3 16,7 5 Sangat sering 2 11,

  • 29 Kedekatan pekerja staf dengan atasan HPGW tergolong sedang
  • Hal ini karena tempat kerja pekerja staf yang memungkinkan untuk bertemu dengan atasan sehingga kedekatan antara atasan dengan pekerja staf bisa di bangun kedekatannya

    Tabel 12

    Kedekatan perilaku atasan terhadap pekerja staf Kedekatan 1 Sangat tidak dekat 2 11,1 2 Tidak dekat 4 22,2 3 Sedang 9 50,0 4 Dekat 2 11,1 5 Sangat dekat 1 5, Kedekatan antara penyadap dengan atasan sangat tidak dekat

    Hal ini karena atasan berkantor di Kampus Dramaga, jarang berkunjung ke HPGW, kondisi kerja penyadap yang berada di tengah hutan yang tidak memungkinkan untuk penyadap bertemu dengan atasan, dan waktu kerja penyadap yang hanya setengah hari sangat sulit untuk bertemu dengan atasan

    Hal ini yang menyebabkan kedekatan atasan dengan penyadap sangat tidak dekat

    Oleh karena itu untuk meningkatkan perilaku kedekatan atasan maka atasan HPGW harus secara sering menanyakan perkembangan pekerjanya dan harus sering bertemu dengan penyadap, untuk menjaga kedekatan dan keharmonisan antara atasan dengan penyadap, selain itu harus sering berkunjung ke HPGW jangan hanya ketika ada acara-acara tertentu

    Tabel 13

    Kedekatan perilaku atasan terhadap penyadap Kedekatan 1 Sangat tidak dekat 13 72,2 2 Tidak dekat Sedang 4 22,2 4 Dekat Sangat dekat 1 5, Kepuasan Pekerja Kepuasan gaji yang ada di HPGW dibagi menjadi dua berdasarkan pekerjanya yaitu pekerja staf dan penyadap, hal ini untuk memudahkan dalam menggambarkan tingkat kepuasan pekerja HPGW

    Gaji Berdasarkan Tabel 14 (33,3%) pekerja staf tidak puas dengan gaji yang diterima dari HPGW

    Hal ini karena kebutuhan zaman sekarang semakin besar sehingga gaji yang diberikan agak kurang bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup sekarang, baik kebutuhan rumah tangga, keluarga dan kebutuhan non-pangan lainnya

    Kebutuhan muncul dari ketidaknyamanan yang dirasakan oleh seseorang

    Hal ini kaitannya dengan tingkat kepuasan karena semakin tidak terpenuhi kebutuhannya maka tingkat kepuasannya juga semakin rendah dan sebaliknya semakin besar tingkat kebutuhanya terpenuhi maka tingkat kepuasan akan semakin tinggi pula (Sumarwan 2004)

    Untuk membuat pekerja staf puas akan gaji yang diberikan maka HPGW harus merumuskan gaji yang harus diberikan kepada pekerja, bisa berdasarkan prestasi kerja, setiap pekerja yang melakukan pekerjannya dengan baik maka gaji nya akan ditambah, atau menyamaratakan semua gaji yang harus diterima pekerja staf walaupun ini agak sulit karena banyak dari pekerja staf yang sudah memiliki pengalaman, masa kerja yang lama, dan pendidikan yang lebih tinggi harus menerima gaji yang sama dengan pekerja yang masih baru, belum banyak pengalaman, dan pendidikan yang lebih rendah tentu ini menjadi ketidakadilan, karena sampai saat ini gaji yang dibayarkan kepada pekerja staf berdasarkan kebijakan atasan yang masing-masing berbeda satu sama lain

    Atau opsi lain menaikan gaji pekerja staf yang masih dibawah UMR kabupaten sukabumi menjadi lebih tinggi dari UMR

    Tabel 14

    Tingkat kepuasan pekerja staf berdasarkan gaji Tingkat Kepuasan Gaji Pekerja Staf 1 Sangat tidak puas 5 27,8 2 Tidak puas 6 33,3 3 Sedang 2 11,1 4 Puas 3 16,7 5 Sangat puas 2 11, Tingkat kepuasan para penyadap terhadap gaji yaitu sedang

    Artinya penyadap cukup puas dengan gaji yang diberikan oleh HPGW

    Hal ini karena penyadap merasa bersyukur bisa bekerja sebagai penyadap

    Menurut penyadap mencari pekerjaan di zaman sekarang sulit, meskipun gaji yang diterima tidak

  • 31 sebesar pekerja staf para penyadap mengganggap gaji yang diperoleh lebih dari cukup daripada tidak bekerja dan yang terpenting kebutuhan keluargannya terpenuhi
  • Tabel 15

    Tingkat kepuasan penyadap berdasarkan gaji Tingkat Kepuasan Gaji Penyadap 1 Sangat tidak puas 2 11,1 2 Tidak puas 2 11,1 3 Sedang 7 38,9 4 Puas 4 22,2 5 Sangat puas 3 16, Kesempatan maju Berdasarkan Tabel 16, tingkat kepuasan pekerja staf tidak puas dengan kesempatan maju yang diberikan oleh HPGW

    Hal ini karena tidak adanya penilaian terhadap faktor kesempatan maju seperti pendidikan, kesetiaan, pengalaman, prestasi kerja, kejujuran, dan tanggung jawab

    HPGW hanya berharap pekerja staf mau bekerja keras didalam melakukan pekerjaannya

    Tabel 16

    Tingkat kepuasan pekerja berdasarkan kesempatan maju Tingkat Kepuasan Kesempatan Maju Pekerja Staf 1 Sangat tidak puas 3 16,7 2 Tidak puas 9 50,0 3 Sedang 1 5,6 4 Puas 3 16,7 5 Sangat puas 2 11, Begitu juga dengan penyadap sangat tidak puas dengan kesempatan maju yang diberikan oleh HPGW

    Sama seperti pekerja staf hal ini karena tidak adanya penilaian terhadap faktor kesempatan maju

    Kesempatan maju sangat diharapkan oleh penyadap karena jika ada kesempatan maju, maka penyadap akan memperoleh pengharapan dari pekerjaannya, kesempatan maju yang diinginkan oleh penyadap yaitu menjadi mandor sadap

    Oleh karena itu untuk arah perbaikan kedepannya HPGW harus memperhatikan faktor kesempatan maju para penyadap

    Tingkat kepuasan penyadap berdasarkan kesempatan maju Tingkat kepuasan kesempatan maju penyadap 1 Sangat tidak puas 14 77,8 2 Tidak puas Sedang 3 16,7 4 Puas Sangat puas 1 5, Kondisi kerja Berdasarkan Tabel 18 tingkat kepuasan kondisi kerja pekerja staf yaitu sedang

    Menurut Anggraeni (2004) istilah sedang diartikan dengan cukup puas

    Artinya pekerja staf cukup puas dengan kondisi kerja yang diberikan oleh HPGW, hal ini karena pekerja staf sudah mendapatkan fasilitas dan kenyamanan kerja

    Namun untuk jaminan kesehatan belum bisa dirasakan oleh pekerja staf

    Tabel 18

    Tingkat kepuasan pekerja staf berdasarkan kondisi kerja Tingkat kepuasan kondisi kerja pekerja staf 1 Sangat tidak puas Tidak puas Sedang 10 55,6 4 Puas 1 5,6 5 Sangat puas 4 22, Tingkat kepuasan penyadap terhadap kondisi kerja juga sama dengan tingkat kepuasan pada pekerja staf yaitu sedang

    Seperti dinyatakan oleh Anggraeni (2004) sebelumnya bahwa sedang diartikan dengan pekerja cukup puas dengan kondisi kerja yang diberikan oleh HPGW

    Hal ini karena penyadap sudah mendapatkan kenyamanan kerja dari HPGW walaupun masih ada yang belum bisa dirasakan seperti jaminan kesehatan

    Tabel 19

    Tingkat kepuasan penyadap berdasarkan kondisi kerja tingkat kepuasan kondisi kerja penyadap 1 Sangat tidak puas 4 22,2 2 Tidak puas 3 16,7 3 Sedang 6 33,3 4 Puas 3 16,7 5 Sangat puas 2 11,

    Perilaku atasan Beberapa perilaku atasan yang diinginkan bawahannya yaitu, atasan yang fleksibel, atasan yang menghargai pendapat pekerjanya, atasan yang memandang pekerjanya sebagai aset perusahaan, dan atasan yang mementingkan pekerjanya

    Perilaku atasan sangat penting bagi pekerjanya, atasan yang baik akan membawa kepuasan tersendiri bagi para pekerjanya

    Berdasarkan Tabel 20, tingkat kepuasan pekerja staf terhadap perilaku atasan yang ada di HPGW yaitu sangat puas

    Hal ini karena atasan memiliki sikap atau perilaku yang baik kepada pekerja staf dimana interaksinya dan kedekatannya selalu terjaga

    Tabel 20

    Tingkat kepuasan pekerja staf berdasarkan perilaku atasan Tingkat kepuasan perilaku atasan pekerja staf 1 Sangat tidak puas 1 5,6 2 Tidak puas 2 11,1 3 Sedang Puas 3 16,7 5 Sangat puas 7 38, Tingkat kepuasan penyada terhadap perilaku atasan berdasarkan Tabel 21 tergolong tidak puas

    Hal ini karena jika dilihat dari faktor eksternal perilaku atasan secara interaksi, atasan jarang menanyakan perkembangan penyadap dan untuk kedekatan sangat tidak dekat

    Hal ini karena jarang bertemunya atasan dengan penyadap

    Menurut Davis dan Newstrom (1996) kepuasan kerja mempengaruhi kepuasan hidup seseorang

    Oleh karena itu, jika seseorang tidak puas dengan pekerjaannya maka penilaian terhadap pekerjaannya juga berkurang

    Termasuk penilaian terhadap atasan

    Tabel 21

    Tingkat kepuasan penyadap berdasarkan perilaku atasan Tingkat Kepuasan Perilaku atasan Penyadap 1 Sangat tidak puas 1 5,6 2 Tidak puas 7 38,9 3 Sedang 3 16,7 4 Puas 4 22,2 5 Sangat puas 3 16, Tingkat kepuasan tidak nampak dan tidak nyata tetapi dapat berwujud dalam suatu hasil pekerjaan, selain itu tinggi rendahnya tingkat kepuasan berpengaruh terhadap organisasi HPGW

    Pekerja yang puas akan melakukan

  • 34 setiap pekerjaannya dengan baik dan bersemangat
  • Berbeda dengan pekerja yang tidak puas didalam pekerjaannya maka akan cenderung tidak bersemangat dan hasil pekerjaan yang dilakukan biasanya kurang memberikan hasil yang terbaik

    Harapan pekerja HPGW tidak hanya terletak kepada gaji yang diberikan tetapi lebih kepada hubungan sosial dengan atasan dan adanya kesempatan maju yang diberikan kepada pekerja staf dan penyadap

    Untuk melihat hubungan maka dilakukan uji korelasi Rank Spearman, korelasi adalah analisis yang menyatakan derajat hubungan linier antara dua variabel atau lebih

    Nilai koefisien korelasi Spearman berkisar dari

    Sarwono (2009) menentukan tingkat keeratan hubungan antara peubah sebagai berikut: Tabel 22 Interval koefisien dan hubungan korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0

    Berkorelasi signifikan pada 0
  • 05 level

    Berkorelasi signifikan pada 0

  • 01 level

    Berdasarkan Tabel 23, hubungan antara umur pekerja staf dengan tingkat kepuasan (Koefisien korelasi

    Artinya semakin tua umur pekerja staf tingkat kepuasannya cenderung semakin rendah

  • Hal ini karena umur yang sudah tidak muda lagi, sehingga kemampuan fisik menurun

    Dilihat dari kondisi di lapangan, pekerja staf cenderung lebih banyak di kantor yang tidak memerlukan aktifitas fisik yang terlalu banyak, sehingga kebugaran fisik menurun

    Oleh karena itu untuk menjaga kebugaran fisik para pekerja staf, maka harus dilakukan olahraga tambahan di internal pekerja staf, sehingga umur tidak membawa dampak terhadap kebugaran fisik

    Berdasarkan Tabel 23 hubungan antara pendidikan pekerja staf dengan tingkat kepuasan (Koefisien korelasi 0,337) tidak terdapat hubungan yang signifikan (nilai Signifikan hitung > 0,05), tetapi memiliki arah positif

    Artinya semakin tinggi pendidikan pekerja staf tingkat kepuasannya cenderung semakin tinggi

    Hal ini karena dengan pendidikan yang tinggi pekerja staf dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik, dapat memperoleh gaji yang lebih tinggi, dan mendapatkan fasilitas yang lebih baik

    Dilihat dari kondisi di lapangan pekerja staf memang mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, mendapatkan gaji dan fasilitas yang lebih baik juga di bandingkan dengan penyadap

    Berdasarkan Tabel 23 hubungan antara masa kerja pekerja staf dengan tingkat kepuasan (Koefisien korelasi

    Artinya semakin lama masa kerja, maka tingkat kepuasannya cenderung semakin rendah

    Hal ini karena pekerja sudah merasa jenuh dan bosan (Sinaga 2009)

    Tetapi pekerja staf tetap melakukan pekerjaannya demi menghidupi kebutuhan keluargannya dan karena mencari pekerjaan saat sini sulit

    Oleh karena itu, HPGW harus melakukan inovasi kepada pekerja staf agar tidak merasa jenuh dan bosan bekerja di HPGW, seperti mengadakan kunjungan, pelatihan, dan mungkin rekreasi untuk mendapatkan suasana yang baru dan melepas kepenatan karena sudah bekerja terlalu lama

    Berdasarkan Tabel 23 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah tanggungan keluarga pekerja staf dengan tingkat kepuasan

    Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi jumlah tanggungan keluarga adalah 0,048

    Hasil uji korelasi Spearman diperoleh (nilai Signifikan hitung > 0,05), tetapi memiliki arah

  • 36 positif

    Artinya semakin banyak jumlah tanggungan keluarga tingkat kepuasannya cenderung tinggi

  • Hal ini karena pekerja menilai semakin banyak jumlah tanggungan keluarga dalam hal ini semakin banyak anak akan semakin banyak rezeki

    Berdasarkan kondisi di lapangan, pepatah banyak anak banyak rezeki ternyata disyukuri oleh para pekerja staf karena ada beberapa dari pekerja staf yang memasukan anaknya bekerja di HPGW

    Namun jika ini terus terjadi, maka tidak baik bagi HPGW kedepannya dan HPGW bisa dianggap sebagai milik keluarga yang bisa memasukan anak/keluarga begitu saja

    Kerugiannya bagi HPGW jika ini terus terjadi, maka HPGW tidak akan mendapatkan pekerja staf yang berkualitas

    Oleh karena itu jika ingin mendapatkan pekerja staf yang berkualitas harus melakukan perekrutan pekerja sesuai yang dibutuhkan oleh HPGW, antara lain: memiliki tanggung jawab yang tinggi, loyalitas yang tinggi dan pengalaman yang cukup

    tidak hanya sebatas hubungan keluarga

    Berdasarkan hasil yang didapat, hubungan antara faktor internal pekerja staf dengan tingkat kepuasan tidak terlalu berhubungan karena hubungannya agak lemah secara keseluruhan

    Hal ini diduga karena HPGW belum menilai faktor internal pekerja staf dan HPGW masih dalam penataan organisasi, untuk kedepannya lebih diperhatikan lagi faktor internal pekerja

    Oleh karena itu, jika HPGW ingin melakukan perbaikan, maka bisa dilihat hasil korelasi dari faktorfaktor internal yang dianalisis

    Bisa dilihat dari nilai korelasi tertinggi dimulai dari pendidikan terakhir dengan nilai 0,337, masa kerja dengan nilai

    Tabel 24 Hasil uji korelasi Spearman faktor internal dengan tingkat kepuasan penyadap Tingkat Kepuasan Umur Pendidikan Masa Jumlah Tanggungan Terakhir Kerja Keluarga Correlation Coefficient 0,227-0,038-0,059-0,141 Signifikan 0,364 0,880 0,815 0,576 *

    Berkorelasi signifikan pada 0

  • 05 level

    Berkorelasi signifikan pada 0

  • 01 level
  • Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Spearman Tabel 24 tidak terdapat hubungan yang signifikan antara umur penyadap dengan tingkat kepuasan

    Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi umur adalah: 0,227

    Hasil uji korelasi

  • 37 Spearman diperoleh (nilai Signifikan hitung > 0,05), tetapi memiliki arah positif
  • Artinya semakin tua umur tingkat kepuasannya cenderung semakin tinggi

    Hal ini karena penyadap yang lebih tua umurnya kondisi emosionalnya sudah lebih stabil

    Bagi penyadap umur tidak menjadi masalah yang terpenting adalah mereka bisa bekerja dan menghasilkan pendapatan

    Dilihat dari kondisi lapangan memang penyadap memiliki pekerjaan yang cukup menguras energi dan keringat, tetapi ini yang membuat fisik penyadap tetap fit

    Kondisi emosionalnya sudah mulai stabil tidak banyak tuntutan dalam pekerjaannya karena memang banyak yang sudah berumur yang terpenting bagi penyadap adalah bisa menghasilkan uang untuk kebutuhan keluarganya

    Berdasarkan Tabel 24 hasil perhitungan korelasi Spearman, hubungan antara pendidikan terakhir penyadap dengan tingkat kepuasan (koefisien korelasi

    Hal ini karena penyadap merasa untuk menjadi seorang penyadap tidak diperlukan pendidikan yang tinggi, sehingga penyadap cenderung menerima pekerjaan apapun termasuk menjadi penyadap

    Dilihat dari kondisi dilapangan memang pendidikan penyadap sangat rendah

    Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Spearman pada Tabel 24 hubungan antara masa kerja penyadap dengan tingkat kepuasan (Koefisien korelasi

    Menurut Sinaga (2009), hal ini karena penyadap sudah merasa jenuh dan bosan, tetapi penyadap tetap melakukan pekerjaannya demi menghidupi kebutuhan keluargannya dan karena mencari pekerjaan di zaman sekarang susah

    Oleh karena itu HPGW harus melakukan inovasi kepada penyadap agar mereka tidak merasa jenuh dan bosan bekerja di HPGW, seperti mengadakan lagi bonus tambahan atau hadiah bagi penyadap yang memiliki hasil sadapan yang banyak

    Hal ini harus dilakukan supaya penyadap tetap semangat dan termotivasi untuk mendapatkan hasil yang berlebih

    Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi jumlah tanggungan keluarga sebesar

    Hasil uji korelasi Spearman diperoleh (nilai Signifikan hitung > 0,05), tetapi memiliki arah negatif

    Artinya semakin banyak jumlah tanggungan keluarga, maka tingkat kepuasannya cenderung rendah

    Hal ini karena penyadap menyadari kebutuhan zaman sekarang semakin besar dan banyak sehingga jika memiliki anak yang banyak maka pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan keluarganya akan cukup besar

    Berdasarkan kondisi di lapangan ada beberapa penyadap yang memiliki anak lebih dari 1-2 orang, dan penyadap menyadari bahwa semakin banyak anak kebutuhan yang diperlukan akan semakin banyak mulai dari kebutuhan pangan, non-pangan

    Walaupun banyak anak yang terpenting bisa ngatur dan mencukupcukup kan apa yang telah didapat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya

    Tabel 25 Hasil uji korelasi Spearman faktor eksternal dengan tingkat kepuasan pekerja staf Tingkat kepuasan Gaji Kesempatan Kondisi Maju Kerja Perilaku Atasan Correlation Coefficient 0,568* 0,703** 0,533* 0,598** Signifikan 0,014 0,001 0,023 0,009 *

    Berkorelasi signifikan pada 0
  • 05 level
  • Berkorelasi signifikan pada 0
  • 01 level
  • Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Spearman pada Tabel 25 terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara gaji dan kondisi kerja pekerja staf dengan tingkat kepuasan

    Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi gaji dan kondisi kerja, yaitu: 0,568* dan 0,533* dan nilai Signifikan hitung < nilai α (0,05), sehingga H 1 diterima dan H 0 ditolak

    Artinya semakin tinggi gaji yang diterima, semakin besar tingkat kepuasannya

    Begitu juga dengan kondisi kerja, semakin baik kondisi kerja yang diberikan maka semakin besar tingkat kepuasannya

    Oleh karena itu, pihak HPGW harus merumuskan gaji yang akan diberikan kepada pekerja staf, sehingga tidak terjadi penurunan tingkat kepuasan

  • 39 terhadap gaji
  • Begitu juga dengan kondisi kerja, HPGW harus menciptakan kondisi kerja yang baik dan nyaman bagi pekerja

    Berdasarkan hasil perhitungan korelasi Spearman terdapat hubungan yang sangat signifikan dan positif antara kesempatan maju, perilaku atasan pekerja staf dengan tingkat kepuasan

    Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi kesempatan maju dan perilaku atasan yaitu 0,703** dan 0,598** dan nilai Signifikan hitung < nilai α (0,01), sehingga H 1 diterima dan H 0 ditolak

    Artinya semakin besar kesempatan maju yang diberikan semakin besar tingkat kepuasannya dan semakin baik perilaku atasan semakin besar tingkat kepuasannya

    Oleh karena itu, pihak HPGW harus memahami para pekerja staf dan memberikan kesempatan maju kepada pekerja staf, sehingga tidak terjadi penurunan tingkat kepuasan kesempatan maju

    Begitu juga dengan perilaku atasan harus dapat diterima oleh pekerja

    Secara keseluruhan faktor eksternal pekerja staf memiliki hubungan yang signifikan dan memiliki arah yang positif dengan tingkat kepuasan

    Artinya semakin tinggi faktor eksternal, maka tingkat kepuasannya semakin tinggi

    Faktor eksternal pekerja staf, yaitu gaji, kesempatan maju, kondisi kerja, dan perilaku atasan sangat rentan hubungannya dengan tingkat kepuasan pekerja staf

    Oleh karena itu, HPGW harus memberikan gaji yang sesuai dengan apa yang mereka harapkan, adanya kesempatan maju yang diberikan kepada pekerjannya, memberikan kondisi kerja yang baik bagi pekerja

    baik dari fasilitas, kenyamanan, jaminan kesehatan, atasan yang harus berinteraksi dengan semua pekerjanya, dan menjalin hubungan kedekatan dengan para pekerjanya

    Jika semua faktor ekternal ini tidak diperhatikan dengan baik oleh pihak HPGW, maka tingkat kepuasan pekerja (pekerja staf dan penyadap) bisa menurun dan ini tidak baik karena tinggi rendahnya kepuasan pekerja berdampak pada keberhasilan pengelolaan HPGW

    Pekerja yang tidak puas akan bekerja tidak maksimal dan tidak bersemangat dalam melakukan pekerjaannya, yang lebih parah pekerja staf bisa keluar dan bekerja di tempat lain

    Menurut Mansur (2007) mengatakan bahwa jika kepuasan pekerja rendah akan mengakibatkan perputaran (turnover) pekerja yang lebih tinggi dan jika kepuasan pekerja tinggi akan membuat pekerja mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi

    Menurut Robbins (1996) mengatakan gaji dan kesempatan maju sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pekerja, Tabel 26 Hasil uji korelasi Spearman faktor eksternal dengan tingkat kepuasan penyadap Tingkat Kepuasan Gaji Kondisi Kerja Perilaku Atasan Correlation Coefficient 0,154 0,470* 0,244 Signifikan 0,543 0,049 0,329 *

    Berkorelasi signifikan pada 0

  • 05 level

    Berkorelasi signifikan pada 0

  • 01 level
  • Berdasarkan Tabel 26 Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara gaji penyadap dengan tingkat kepuasan, tetapi memiliki arah yang positif

    Hal ini dapat dilihat dari koefisien korelasi gaji adalah 0,154 dan nilai Signifikan hitung > nilai α (0,05)

    Artinya semakin besar gaji yang diterima tingkat kepuasannya cenderung semakin tinggi

    Walaupun tidak terdapat hubungan yang signifikan antar gaji penyadap dengan tingkat kepuasan, hal ini diduga ada faktor lain yang mempengaruhi faktor kepuasan eksternal penyadap yaitu berdasarkan hasil uji korelasi faktor eksternal penyadap yaitu kondisi kerja yang memiliki hubungan dengan tingkat kepuasan, dan memiliki arah yang positif, artinya jika penyadap mendapatkan hasil yang lebih dari sadapannya maka akan mendapatkan upah yang semakin besar dan kepuasannya cenderung semakin tinggi

    Berdasarkan Tabel 26

    Hubungan antara kondisi kerja penyadap dengan tingkat kepuasan (koefisien korelasi 0,470*)

    Terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai signifikan hitung < nilai α (0,05) dan memiliki arah yang positif

    Artinya semakin baik kondisi kerja tingkat kepuasannya semakin tinggi

    Hal ini juga didukung oleh pendapatnya Syakir (2011) yang menyatakan nilai korelasi sebesar 0,470* termasuk cukup untuk mendeskripsikan terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi kerja, dengan tingkat kepuasan

    Berdasarkan Tabel 26 hasil perhitungan korelasi Spearman

    Hubungan antara perilaku atasan penyadap dengan tingkat kepuasan (koefisien korelasi 0,244) tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai Signifikan hitung >

  • 41 nilai α (0,05) dan memiliki arah yang positif
  • Artinya semakin baik perilaku atasan, maka tingkat kepuasannya cenderung semakin tinggi

    Oleh karena itu perilaku atasan secara interaksi dan kedekatan harus terbangun, supaya tidak terjadi penurunan tingkat kepuasan penyadap karena perilaku atasan

    Kedepannya HPGW harus memperhatikan penyadap, walaupun penyadap dianggap sebagai pekerja lepas

    Namun peranannya sangat penting dalam membangkitkan perekonomian HPGW, tanpa penyadap HPGW tidak akan bisa mandiri, karena Sebagian pendapatan HPGW dihasilkan dari getah

    Kekurangan yang belum dirasakan oleh penyadap adalah kesempatan maju dan perilaku atasan, dimana tidak adanya kesempatan maju yang diberikan kepada penyadap dan perilaku atasan secara interaksi jarang dan kedekatan sangat tidak dekat, hal ini harus segera diperhatikan oleh pihak HPGW

    Ini untuk menjaga keharmonisan antara penyadap dengan atasan

    Jika hal ini terjalin, maka penyadap akan bersemangat dan termotivasi untuk melakukan pekerjaannya dengan baik, merasa diperhatikan oleh atasan HPGW, dan dianggap sebagai bagian dari HPGW

    PENELUSURAN TERBITAN BERKALA PADA UNIT PELAYANAN REFERENSI, TERBITAN BERKALA, DAN NBC PERPUSTAKAAN UGM

    Pelayanan Rujukan Umum - IPB Repository

    PENELUSURAN TERBITAN BERKALA PADA UNIT PELAYANAN REFERENSI, TERBITAN BERKALA, DAN NBC PERPUSTAKAAN UGM Tulisan ini disusun sebagai tugas pengembangan deskripsi statistik penelusuran terbitan berkala pada

    PDF universitas gadjah mada perpustakaan 2014 Repository UGM repository ugm ac id 1 20PENELUSURAN 20TERBITAN 20BERKALA pdf PDF pelayanan sirkulasi dan referensi ResearchGate researchgate PELAYANAN BahanKuliah PELAYANAN SIRKULASI

    PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI SIDOS 2.0. ~ Sistem Informasi Dosen ~

    perancangan dan implementasi sistem informasi academic account

    PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI SIDOS 2.0 ~ Sistem Informasi Dosen ~ Disusun oleh : UPT. Teknologi Informasi Dan Komunikasi Institut Seni Indonesia Surakarta No. Revisi : Rev. 3.0 Tanggal Revisi : 24 Nopember

    PDF PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI SIDOS 2 0 EIS ISI Surakarta sipadu isi ska ac id sidos Juknis Sidos 2 0 rev 3 0 pdf PDF PANDUAN PENGGUNAAN APLIKASI SIAMA 2 0 EIS ISI Surakarta

    WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR

    walikota probolinggo provinsi jawa timur - Sistem Informasi

    WALIKOTA PROBOLINGGO PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN WALIKOTA PROBOLINGGO NOMOR 36 TAHUN 2016 TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG

    PDF walikota probolinggo provinsi jawa timur JDIH Kemendagri jdih setjen kemendagri go id KOTA PROBOLINGGO 1 2015 pdf PDF walikota probolinggo provinsi jawa timur JDIH Kemendagri jdih setjen kemendagri go id KOTA PROBOLINGGO 13 2014 pdf

    Modul ke: Manajemen Persediaan. Persediaan Pengaman. Maheswari SE., M.Si. Fakultas Ekonomi & Bisnis. Program Studi. Manajemen

    analisis manajemen persediaan bahan baku dan bahan - unnes

    Modul ke: 06 Hesti Fakultas Ekonomi & Bisnis Manajemen Persediaan Persediaan Pengaman Maheswari SE., M.Si Program Studi Manajemen Kedatangan barang terlambat menimbulkan stock out (kehabisan barang persediaan)

    adanya persediaan, analisa manajemen persediaan, dan teknik teknik manajemen tahap barang setengah jadi dan siap untuk dijual ke pasar atau ke konsumen Secara sederhana, safety stock diartikan sebagai persediaan pengaman  Manajemen persediaan merupakan sistem sistem untuk mengelola persediaan

    BAB I PENDAHULUAN. bersaing, perusahaan harus meningkatkan kinerja perusahaannya yang bertujuan

    BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Pada dasarnya setiap

    BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian Perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan dapat mengelola dan melaksanakan manajemen perusahaan lebih profesional.

    BAB I PENDAHULUAN 1 1 Latar Belakang Masalah Persaingan bisnis dewasa ini semakin Melihat Omset penjualan menurun maka Perusahaan harus tetap bertahan alternatife Strategi bersaing bagi perusahaan CV Yukas Family 1 Universitas Kristen Maranatha BAB I PENDAHULUAN

    Menetapkan: PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN TENTANG PERANTARA PEDAGANG EFEK UNTUK EFEK BERSIFAT UTANG DAN SUKUK BAB I KETENTUAN UMUM

    SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 35

    RANCANGAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR /POJK.04/2017 TENTANG PERANTARA PEDAGANG EFEK UNTUK EFEK BERSIFAT UTANG DAN SUKUK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA DEWAN KOMISIONER OTORITAS JASA KEUANGAN

    10 Des 2018 dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor  dalam huruf a sampai dengan huruf d, perlu menetapkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tentang Penilaian Kembali bagi Pihak Utama Lembaga Jasa  dimaksud

    Nomor : Kepada: Lampiran Perihal

    Nomor : Lampiran : Perihal : Permohonan Surat Izin Praktik - PTSP

    Nomor : Kepada: Lampiran Perihal : : Yth. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Di K A R A W A N G Kami yang bertanda tangan dibawah ini, bertindak untuk atas nama.........dengan

    PDF Nomor Lampiran Perihal Permohonan Surat Ijin IUP Singaraja bulelengkab go id assets 03 20Permohonan 20IUP pdf PDF Nomor Lampiran Perihal Permohonan Surat Izin Praktik

    PENGARUH JAMINAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada PLTU I Jatim 2X315 MW Sudimoro,Pacitan)

    i SKRIPSI PENGARUH KESEHATAN KERJA DAN KESELAMATAN

    PENGARUH JAMINAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN (Studi pada PLTU I Jatim 2X315 MW Sudimoro,Pacitan) Diajukan untuk memenuhi tugas dan melengkapi sebagai syarat-syarat guna memperoleh

    PDF PENGARUH PROGRAM JAMINAN KESELAMATAN DAN repository iainpurwokerto ac id Cover Bab 20I Bab 20V Daftar 20Pustaka pdf PDF pengaruh jaminan kesehatan dan keselamatan kerja Eprints UMMeprints umm ac id 2 jiptummpp gdl serlyardan 30621 2 babi

    Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan

    FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADYAH SURAKARTA

    Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan suatu perusahaan 1. Kreditur 2. Investor 3. Akuntan Publik 4. Karyawan Perusahaan 5. Bapepam 6. Underwriter 7. Konsumen 8. Pemasok 9. Lembaga Penilai

    Pihak Pihak yang Berkepentingan Terhadap Laporan Keuangan Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang menyangkut posisi Laporan keuangan dipakai untuk memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan 2 1 3 Pihak Pihak yang Berkepentingan terhadap Prediksi Kebangkrutan Laporan keuangan merupakan media komunikasi yang digunakan untuk

    Home back Next

    bab v hasil dan pembahasan - IPB Repository

    [PDF] bab v hasil dan pembahasan IPB Repository repository ipb ac id BAB 20V 20HASIL 20DAN 20PEMBAHASAN pdf

    https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/54957/8/BAB%20V.%20HASIL%20DAN%20PEMBAHASAN.pdf

    BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

    [PDF] BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASANmahasiswa dinus ac id docs skripsi bab5 20375 pdf

    http://mahasiswa.dinus.ac.id/docs/skripsi/bab5/20375.pdf

    bab v hasil penelitian dan pembahasan - Eprints undip

    [PDF] bab v hasil penelitian dan pembahasan Eprints undipeprints undip ac id 24051 5 Skripsi BAB V pdf

    http://eprints.undip.ac.id/24051/5/Skripsi_BAB_V.pdf

    BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 51 Hasil Penelitian Pada bab ini

    [PDF] BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5 1 Hasil Penelitian Pada bab ini digilib unila ac id 11189 6 BAB 20V pdf

    http://digilib.unila.ac.id/11189/6/BAB%20V.pdf

    BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A Hasil - Semantic Scholar

    [PDF] BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A Hasil Semantic Scholar pdf s semanticscholar d140552982d973355b79133f4dc8b6b92c73 pdf

    https://pdfs.semanticscholar.org/f910/d140552982d973355b79133f4dc8b6b92c73.pdf

    50 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A Hasil - Unika Repository

    [PDF] 50 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN A Hasil Unika Repositoryrepository unika ac id 12 40 0121 20Theresis 20Olga 20Vania 20Christianty 20BAB 20V

    http://repository.unika.ac.id/13159/6/12.40.0121%20Theresis%20Olga%20Vania%20Christianty%20BAB%20V.pdf

    BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 51 Identitas

    [PDF] BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 5 1 Identitas repository uin suska ac id 4386 6 BAB 20V pdf

    http://repository.uin-suska.ac.id/4386/6/BAB%20V.pdf

    <